Minggu, 03 Januari 2021

Contoh "Makalah Statistika Kimia"

 

KATA PENGANTAR

 

Assalamualaikum wr.wb

syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat sertakarunia-Nya kepada penulis sehingga Makalah Statistika Kimia ini dapat tersusun.

Dalam menyelesaikan makalah ini penulis mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih banyak kepada mereka.

            Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, segala kritik serta saran yang membangun dari para pembaca akan penulis terima dengan senang hati sehingga bisa menjadi sebuah pelajaran bagi penulis agar kelak penulis dapat membuat dengan lebih baik lagi.

Semoga makalah ini memberikan manfaat bagi masyarakat pada umumnya dan pada khususnya pembaca.

Wassalamualaikum wr.wb

DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL............................................................................................. ...

KATA PENGANTAR........................................................................................... ... i

DAFTAR ISI......................................................................................................... ... ii

BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................     4

 a. Latar Belakang

 b. Rumusan Masalah

 c. Tujuan 

BAB II PEMBAHASAN....................................................................................... ... 5

a.       Statistik dan Statistika

b.      Data Statistik dan Data Statistik Kimia

c.       Teknik Pengumpulan Data

 

BAB III PENUTUP............................................................................................... ... 21

a.       Kesimpulan

 

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................ ... 22

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1       Latar Belakang

Data statistik mempunyai hubungan yang sangat erat. Selain itu, keduanya juga mempunyai hubungan yang sangat erat dengan kehidupan manusia sehari-hari, dengan bidang ilmu pengetahuan, baik yang eksakta, sosial, ekonomi, bisnis dan lain-lain. Data dan statistik serta fungsi keduanya, banyak memberikan kegunaan yang sangat tidak ternilai bagi manusia, bagi kita semua.

Dengan data, kita mengetahui gambaran perusahaan sekarang, masalah apa yang sedang dihadapi, mengapa terjadi masalah-masalah tersebut, serta bagaimana cara pemecahannya. Dengan data, kita dapat meramal atau memperkirakan, apa yang kira-kira bakal terjadi di masa mendatang. Dengan data, kita pun bisa membuat perencanaan, peramalan, mengontrol pelaksanaan, mengevaluasi target apakah tercapai atau tidak, dan sebagainya. Dengan adanya data, kita dapat banyak mengetahui tentang berbagai hal. Dengan data, kita bisa mengambil keputusan-keputusan, kebijakan-kebijakan perusahaan, dan sebagainya.Pendeknya, fungsi dan manfaat data sangat penting dan banyak sekali. Sering kali, akan berbahaya jika kita mengambil kesimpulan dan keputusan tanpa didukung oleh data.

1.2       Rumusan Masalah

            1. Apa yang dimaksud dengan statistik ?

            2. Apa yang dimaksud  dengan statistika?

1.3       Tujuan

            1. Memgetahui perbedaan statistic dan statistika

            2. Mengetahui perhitungan didalam statistika

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1  Statistik dan Statistika

               Secara etimologi kata “statistik“berasal dari kata status (bahasa latin) yang mempunyai persamaan arti dengan kata state (bahasa inggris)atau kata staat (belanda ),dan yang dalam bahasa indonesianya diterjemakaan menjadi negara. Dalam kamus bahasa inggris akan kita jumpai kata statistiks sebagai “ilmu statistik“. Kata statistik diartikan sebagai “ukuran yang diperolehkan atau berasal dari sample,”yaitu sebagai lawan dari kata “parameter”yang berarti”ukuranyang diperoleh atau berasal dari populasi .”Dalam buku karangan narr herrhyanto dan h.m akib hamid (2007), kata statistik dapat diartikan sebagai kumpulan angka-angka mengenai suatu masalah, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai masalah tersebut.

Statistik adalah kumpulan data atau fakta, angka berupa bilangan kalimat dan gambar mengenai persoalan tertentu yang menyajikan informasi dalam bentuk table diagram. Sedangkan, Statistika adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara mengumpulkan data mencatat, menyajikan data, mengolah, dan menganalisis.

Istilah “statistik” juga sering diberi pengertian sebagai kegiatan “perstatistikan” atau kegitan penstatistikan dan metode yang mempelajari pengumpulan, pengaturan, perhitungan, penggambaran, dan penganalisaan data, serta penarikan kesimpulan yang valid berdasarkan penganalisaan yang dilakukan dan pembuatan keputusan yang rasional, sehingga kumpulan bahan keterangan yang berupa angka itu “dapat berbicara”atau dapat memberikan pengertian dan makna tertentu, Dan diberi pengertian sebagai “ilmu statistik”.  llmu statisitk tidak lain adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari dan mengembangkan secara ilmiah. Penggolongan Statistik berdasarkan fungsinya, statistik sebagai ilmu pengetahuan dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu:

1.       Statistik deskriptif

Statistik deskriptif atau yang dikenal pula dengan istilah deduktif, ialah statistik yang tingkat perkerjaanya mencakup cara-cara menghimpun , menyusun atau mengatur, mengelolah, menyajikan dan menganalisis data angka agar dapat memberikan gambaran teratur, ringkas, dan jelas mengenai suatu gejala, peristiwa atau keadaan. Statistika Deskriptif hanya menggambarkan dan menganalisis kelompok data yang diberikan tanpa penarikan kesimpulan mengenai kelompok data yang lebih besar.

2.       Statistik inferensial

Statistik inferensial atau dengan istilah statistik induktif, merupakan statistik lanjutan atau statistik mendalam yaitu statistik yang menyediakan aturan atau cara yang dapat dipergunakan sebagai alat dalam rangka menarik kesimpulan yang bersifat umum,dari kesimpulan data yang telah di susun dan diolah. Dalam statistika inferensial biasanya memasukan unsur peluang dalam menarik kesimpulannya.

Ciri Khas Stastisitik, Pada dasar-nya statistik sebagai ilmu pengetahuan memiliki tiga ciri khusus yaitu:

a.Statisitik selalu bekerja dengan angka atau bilangan (dalam hal ini adalah data kuantitatif).

b. Statistik bersifat objektif, Ini mengandung pengertian bahwa statistik selalu bekerja menurut objeknya atau bekerja apa adanya.

c.Statistik bersifat universal, Ini mengandung pengertian bahwa ruang lingkup atau ruang gerak dan bidang garapan statisitk tidaklah sempit.

3.       Fungsi Dan Kegunaan Statistik Dalam Dunia Pendidikan

Fungsi yang dimiliki oleh statistik dalam dunia pendidikan adalah menjadi alat bantu,maka berlandasan pada data eksak itu ia akan dapat:

a. Memperoleh gambaran baik gambaran secara khusus maupun gambaran secara umum tentang suatu gejala, dan keadan suatu peristiwa.

b. Mengikuti perkembangan atau pasang surut mengenai gejala.

c. Melakukan pengujian.

d. Mengetahui.

e. Menyusun laporan yang berupa data kuantitatif dengan teratur, ringkas, dan jelas.

f. Menarik kesimpulan secara logis, mengambil kesimpulan secara tepat dan mantap.

 

2.2  Data Statistik dan Data Statistika Kimia

Data  adalah sejumlah informasi yang dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau masalah, baik yang berupa angka-angka (golongan) maupun yang berbentuk kategori, seperti, baik, buruk, tinggi, rendah dan sebagainya. Dalam menarik suatu kesimpulan atau membuat sutu keputusan seorang peneliti dalam bidang kimia dan lainnya memerlukan data yang benar. Apabila data yang salah digunakan untuk membuat keputusan, keputusan yang dihasilakan menjadi tidak tepat atau dengan istilah yang lain data yang salah akan menyesatakan. Agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan kerugian besar, data yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan berikut ini:

1.Objektif      

Data yang diperoleh dari hasil penelitian harus menggambarkan keadaan sebenarnya. Misalnya apabila dalam sebuah penelitian, jumlah zat A yang mengandung asam oksalat  60%, data yang akan diperoleh harus 60%.

2.Relevan

Data yang diperoleh harus ada kaitannya dengan permaslahan yang akan diteliti. Misalnya  kita ingin mengetahui penyebab hasil penjualan barang menurun maka data yang dianggap relevan untuk dikumpulakan adalah mutu barang, daya beli, pesaing, barang lain  yang sejenis, harga barang, biaya advertensi, dll.

3.Sesuai zaman (Up to Date)

Data tidak boleh tertinggal zaman (usang) sebab adanya perkembangan waktu dan teknologi menyebabkan suatu kejadian dapta mengalami perubahan dengan cepat.

4.Representetif

Data yang diperoleh dari hasil penelitian smapel harus memiliki atau menggambarkan keadaa populasinya.Misalnya kita ingin mengetahui minat peduli lingkungan masyarata yang haru diteliti siswa.SD, siswa SMP, siswa SMA, mahasiswa, dan umumnya.

5.Dapat dipercaya

Sumber data (narasumber) harus diperoleh dari sumber yang tepat.Misalnya data tentang harga sayur diambil dari tukang sayau, data tentang pencari diambil dari Depnaker, dan sebagainya.

Statistik dalam dunia pendidikan dapat dirasakan manfaatnya oleh para pemakai (seperti peserta didik, mahasiswa, peneliti, dll) apabila banyak para menunjang kelancaran tugas para “petugas” pendidikan tadi. Misalnya dipakai dalam kegiatan evaluasi, statistic menjadi alat bantu untuk menganalisis dan menyimpulakn data hasil evaluasi. Sebagai contoh, ketika para guru mengevaluasi ketercapaian hasil pendidikan, biasaynya data yang terkumpul berbentuk data kuantitatif sebelum diinterpretasikan menjadi data kualitatif.

 

 

      Macam-macam data

Dalam menyelidiki suatu masalah selalu diperlukan data. Data dapat diartikan sebagai keterangan yang diperlukan untuk memecahkan suatu masalah. Berikut ini diberikan macam-macam data ditinjau dari beberapa segi, Menurut Sifatnya,

a.Data Kualitatif

Data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk angka. Misalnya penjualan merosot, mutu barang naik, karyawan resah, harga daging naik, dan sebagainya atau data yang berbentuk kategori atau atribut.

Contoh 1:

Harga emas hari ini, mengalami kenaikan.

Sebagian dari produksi barang “A” pada perusahaan “x” rusak.

b. Data Kuantitatif

Data kuantitatif ialah data yang berbentuk bilangan (angka).

Contoh 2:

Luas bangunan hotel itu 5700 .

Tinggi badan Sandy mencapai 170 cm

Data kuantitatif dibagi menjadi dua bagian yaitu, :

1.Data Diskrit

Data diskrit adalah data yang diperoleh dengan cara menghitung atau membilang data yang diperoleh tidak mungkin berbentuk pecahan.

Contoh 3:

Banyaknya kursi yang ada di ruangan ini ada 75 buah

 Jumlah siswa yang mengikuti mata kuliah ini mencapai 110   orang

2.Data Kontinu

Data kontinu adalah data yang diperoleh dengan cara mengukur pada data ini, angka-angkanya merupakan deretan angka yang sambung menyambung.

Contoh 4:

Panjang benda itu adalah 15 cm.

Jarak antara kota Bandung dengan kota Cirebon adalah 130    km

 

Menurut bentuk angkanya, Ditinjau dari segi angkanya,data statistik dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu:

1.Data tunggal,

Data tunggal ialah data statistik yang masing-masing angka merupakan satu unit, dengan kata lain data tungal adalah data statistik yang angka-angkanya tidak dikelompok-kelompokan.

Contoh :

Data hasil nilai ulangan harian 10 orang siswa :

78, 80, 87, 68, 79, 85, 83, 91, 84, 76

 

Nilai tersebut angkanya merupakan satu unit, masing-masing angka tersebut berdiri sendiri dan tidak dikelompokan

2.Data kelompokan

 ialah data statistik yang tiap-tiap unit terdiri dari kelompok angka.

Contoh :

Data hasil nilai ulangan harian 10 siswa, tetapi angkanya dikelompokkan misalnya :

         Nilai

95-91

90-86

85-81

80-76

 

 

 

 

 

 

 

 

2.3  Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan teknik pengambilan sampel dari sebuah populasi yang menjadi sebuah objek teliti.

      Teknik pengambilan sampel

Teknik pengambilan sampel atau teknik sampling adalah suatu teknik atau cara mengambil sampel yang reprsentetif dari populasi. Pengambilan sampel ini harus dilakukan sdemikian rupa sehingga diperoleh sampel yang benar-benar berfungsi sebagai contoh atau dapat menggambarkan keadaan opulasi yang sebenarnya.

Beberapa cara pengambilan sampel penelitian yang lazim dilakukan adalah berikut ini:

a.Sensus

Cara pengumpulan data, jika setiap anggota populasi diteliti satu persatu.Sensus adalah pencatatan data secara menyeluruh (complete enumenation) terhadap elemen yang menjadi objek penelitian, tanda perkecualian keuntungan menggunakan hasil yang diperoleh merupakan nilai karateristik yang sebenarnya (true value) karena sasaran penelitian mencakup keseluruhan objek yang berada dalam populasi.

Adapun kelemahannya ialah, sensus merupakan cara pengumpulan data yang memakan waktu, tenaga, biaya dan peralatan.

Contoh 7:

Misalkan Kepala SMA “X” ingin mengetahui rata-rata tingi badan siswa-siswa di sekolahnya yang berjumlah 600 orang. Apabila setiap siswa diukur tinggi badannya, kemudian dicatat, maka cara pengumpulan data seperti ini dinamakan sensus.

b.Cara Random

Cara pengambilan sampel dengan teknik random disebut dengan random sampling, dan sampel yang diperoleh disebut sampel random. Teknik random sampling memungkinkan peneliti dapat mengambil sampel secara objektif karena setiap unit dalam yang menjadi anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama utnuk dipilih menjadi anggota sampel.

Random yang digunakan dalam teknik ini bisa dalam bentuk undian, ordinal, dan randomisasi dari table bilangan random.

Cara undian dilakukan dengan memberikan nomor pada unit sampling dalam populasi, kemudian dilakukan pengundian satu persatu sampai diperoleh jumlah yang sesuai dengan ukuran sampel yang ditentukan.

Cara ordinal dilakukan dengan membuat daftar secara berurutan dari unit sampling yang pertama sampai yang terakhir, kemudian diambik satu per satu dengan pola tetentu, misalnya diambil yang bernomor genap atau yang bernomor ganjil atau mengguanakan kelipatan lima, sepulauh, lima belas, dan sebagainya.

Sampling ialah cara pengumpulan data dengan jalan mencatat atau meneliti sebagian kecil saja dari seluruh element yang menjadi objek penelitian.

Contoh:

Apabila jumlah siswa yang diukur tinggi badannya hanya 60 orang saja, dengan perincian:

Kelas I diambil 20 orang siswa,

Kelas II diambil 20 orang siswa,

Kelas III diambil 20 orang siswa,

Maka cara pengumpulan data seperti ini dinamakan sampling.

3.Cara strata

Penarikan secara strata ini terutama ditujukan untu yang berkelompok (memiliki stratum), dengan tujuan agar anggota populasi terpilih secara acak dan setiap kelompok yang ada paada populasi dapat tewakili. Pada sampling itu, banyaknya sampel pada setiap strata itu sama.

Misalnya kiat akan meneliti penugasan siswa terhadap matematika.  30.000 siswa disebuah kabupaten, yang terdiri dari 15.000 siswa SD, 10.000 siswa SMP, dan siswa SMA, samp[el yang dibuthkan misalnya 600 orang.

Perhitungan sampelnya dapat dilakukan sebagai berikut:

Anggota sampel sebanyak 600 siswa dari 30.000 siswa adalah 1/50. Maka untum siswa SD diambil 1/50 x 15.000= 300 siswa, untuk siswa SMP diambil 1/50 x 10.000 = 200 siswa, dan untuk siswa SMA diambi 1/50 x 5.000= 100 siswa.

4.Cara Quota

Pengambialn data denga cara quota (quota sampling) didasari pada pertimbanagan-pertimbangan tertentu dari peneliti. Jika peneliti mengambil sampel dari suatu penelitian denga cara menentukan sejumlah anggota sampel secara quantum atau jatah, tekni sampling semacam itu disebut dengan quota sampling.

Langkah-langkah pengambilan sampel adalah menetapkan besarnya jumlah sampel yang diperlukan, kemudian menetapaka jumlah atau banyaknya jatah, maka jatah atau quantum itulah yang dijadikan dasar untuk mengambil unit sampel yang diperlakan.

5.Cara sistematik

Cara sistematik hampir sama dengan cara random, anmaun dilakuakan secara sistematik, yaitu mengikuti suatu pola tertentu dari momor anggota polpulasi yang dipilih secara random, berdasarakan jumlah sampel yang sudah ditetapakan sbelumnya.

Misalakan kiat menghendaki sebuah sampel yang berukuran dari 60 ari sebuah populasi yang berukuaran 600. Setelah setiap individu dari populasi diberi nomor urut 001 sampai 600, bagilah individu out menjadi 60 kelompok (subpopulasi), yang setaiap kelompoknya trdiri dari 10 individu. Subpopulasi pertama beris individu bernomor 001 sampai dengan 010, subpopulasi kedua berisi individu bernomor 011 sampai dengan 020, dan seterusnya sampai subpopulasi yang ke-60 berisi individu yang bernomor 591 sampai dengan 600.

 

Prinsip Pengumpulan Data Statistik

Prinsip umum yang harus dipegang oleh siapa saja yang bermaksud menghimpun data statistik  ialah “ dengan waktu, tenaga, biaya dan alat yang sehemat mungkin, dapatmenghimpun data yng lengkap, tepat dan dapat dipercaya.

a.Lengkap Datanya

“Lengkap” di sini mengandung pengertian bahwa volume data sebagaimana yang direncanakan, dapat dicapai dengan sebaik-baiknya; tidak ada dat atercecer atau terlupakan untuk dihimpun sehingga mengakibatkan kesulitan dalam pnganalisisannya. Sudah tentu agar hal tersebut dapat dic

b.Tepatnya Data

Yakni tepat dalam hal :

1.Jenis atau macam datanya,pai dengan sebaik-baiknya, diperlukan adana perencanaan yang tuntas.

2.Waktu pengumpulannya,

3.Kegunaan sesuai dengan tujuan pengumpulan data,

4.Alat atau instrumen  untuk menghimpun data.

c.Kebenaran Data yang Dihimpun

Di samping data itu merupakan dat yang benar, juga merupakan data yang bersumber dari pihak yang memeng berkompeten untuk dimintai datanya. Jika tidak, kesimpulan yang akan ditarik dengan mendasarkan diri pada data tersebut, akan menjadi jauh menyimpang dari keadaan yang sebenarnya atau kurang sesuai dengan kenyataan yang ada.

 

 

 

 

 

 

 

BAB  III

PENUTUP

 

3.1       Kesimpulan

Data adalah bentuk jamak dari datum. Data merupakan keterangan-keterangan tentang suatu hal, dapat berupa suatu yang diketahui atau yang dianggap atau anggapan. Atau suatu fakta yang digambarkan lewat angka, simbol, dan lain-lain. Data juga terdiri atas berbagai jenis. Jenis data secara garis besarnya dapat dibagi atas dua macam, yaitu data dikotomi/ diskrit dan data kontinum.

Statistik adalah kumpulan data atau fakta, angka berupa bilangan kalimat dan gambar mengenai persoalan tertentu yang menyajikan informasi dalam bentuk table diagram. Sedangkan, Statistika adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara mengumpulkan data mencatat, menyajikan data, mengolah, dan menganalisis. Tingkatan data jika diurutkan dari yang terendah ke yang tertinggi, yaitu data nominal, data ordinal, data interval, dan data rasio.

 

                                                                                                                         

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Hasan, Iqbal. 2010. Analisis Data Penelitian Dengan Statistika. Jakarta: PT Bumi Aksara

Herryanto, Narr &Akib Hamid. 2007. Statika dasar. Jakarta:Universitas Terbuka

http://tp.jurnal.unesa.ac.id/info/2/jurnal -tp diakses tgl 24 Sepetember 2013

http://www.emkalah .com/2013/01/statiska-pendidikan.html?m=1 diakses pada tgl 22 Seeptember 2013

Sudijono, Anas. 2010. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers

Sudijono, Anas.2008. Pengantar Statiska Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Supranto, Johanes. 2008. Statistika : Teori Dan Aplikasi, jilid 1, Edisi Ketujuh. Jakarta: PT Erlangga

Usman, Husaini dan R. Purnomo Setiady Akbar. 2011. Pengantar Statistika. Jakarta : Bumi Aksara

 

 

 

 

 

Profil suatu rx, bedasarkan diagram energi

https://drive.google.com/folderview?id=1GKIGnH3aaexfAh_ihji26MXvAZZLr19V