Minggu, 25 November 2018

Konektivitas Digital dan Ekonomi Harus Jadi Agenda Utama RI







     Perkembangan teknologi informasi kian menyasar semua sektor. Tak terkecuali sektor dunia bisnis. Founder  Forum Ekonomi Indonesia (IEF), Shoeb Kagda mengatakan, dunia bisnis sedang menghadapi era baru dengan banyak terjadi perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Perubahan tersebut terjadi dalam hal konektivitas, analitik data, dan kecerdasan atau Artificial intelligence (AI) yang telah mengubah dunia industri dan bahkan negara secara keseluruhan.
"Manusia saat ini hidup di era konektivitas. Tidak hanya dalam hal konektivitas fisik melalui jalan, jembatan dan bandara tetapi juga konektivitas digital. Sehingga menghubungkan negara secara fisik, digital dan ekonomi harus menjadi agenda utama Indonesia selama lima tahun ke depan," kata Shoeb dalam acara bertajuk Connecting Indonesia, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (21/11/2018).
Tidak hanya itu, Shoeb mempertimbangkan, dengan teknologi terkini financial technology (fintech) juga dapat menyalurkan dana kepada masyarakat yang tidak bankable atau kurang terlayani oleh perbankan dan mempromosikan inklusi keuangan.  
"Lembaga harus menghubungkan dan berbagi ide, pelaku bisnis harus berkolaborasi dengan pengusaha, terutama start-up, harus bergabung untuk meningkatkan skalanya,” tutur dia.
"Prosesnya telah dimulai di bawah Presiden Joko Widodo tetapi perlu dipercepat dan dikembangkan. Di era konektivitas ini, inovasi akan menjadi pendorong utama, " tambah dia.
Dia menjelaskan, saat ini teknologi telah mendarah daging dengan perilaku manusia dan akhirnya merevolusi cara hidup masyarakat.  Dia mencontohkan, kini smartphone atau ponsel pintar bukan lagi barang mewah. Ponsel pintar kini bisa dimiliki olah siapapun sebab pada kenyataannya saat ini seseorang tidak dapat hidup tanpa ponsel pintar.
"Menurut laporan McKinsey & Company baru-baru ini, jumlah perangkat yang terhubung ke internet diperkirakan akan meningkat dua kali lipat antara 2017 dan 2020. Dengan sumber data baru, berbagai produk, layanan, model bisnis inovatif akan terbuka," ujar dia.
Dia menuturkan, kemajuan teknologi informasi jika digunakan dengan benar dapat membuat sektor industri meraup untung ganda. Ini berarti pendapatan dapat tumbuh karena efisiensi berkat teknologi yang optimal.
Shueb memberi contoh, di era saat ini, produsen pemanas, ventilasi dan sistem pendingin udara telah menerapkan ini. Menggunakan teknologi, mereka dapat memonitor gerakan dan suhu di kamar pelanggan. Mereka menganalisis data sehingga mereka dapat mengontrol penggunaan AC dari pelanggan. Dengan demikian, produsen ini dapat membantu pelanggan mereka menghemat biaya dan mengelola tagihan energinya.
"Proses yang sama juga berkembang pesat di berbagai bidang seperti pertanian, keuangan, pendidikan, transportasi dan logistik. Perusahaan kini mulai menggunakan drone untuk mengumpulkan data di ladang (sawah) dan mengendalikan saluran irigasi," kata dia.

https://www.liputan6.com/bisnis/read/3696994/konektivitas-digital-dan-ekonomi-harus-jadi-agenda-utama-ri

Jumat, 23 November 2018

Teknologi Canggih di Balik Peluncuran Satelit Merah Putih




     Telkom Indonesia baru saja meluncurkan Satelit Merah Putih. Kali ini, Telkom bekerja sama dengan SpaceX, perusahaan roket besutan Elon Musk untuk melakukan peluncuran.
Tidak sekadar bekerja sama, peluncuran Satelit Merah Putih juga memanfaatkan teknologi terkini dari SpaceX. Alasannya, peluncuran satelit ini menggunakan Block 5, booster terbaru untuk Falcon 9 Versi terbaru Falcon 9 ini memang ditargetkan dapat terbang bolak-balik hingga 10 kali, bahkan 100 kali. Pertama kali diperkenalkan, Block 5 didesain untuk kendaraan antariksa yang membawa manusia dan mampu digunakan berulang kali tanpa perombakan besar-besaran.
Teknologi yang dimiliki SpaceX ini pula yang menjadi alasan Telkom melakukan kerja sama. Menurut Direktur Human Capital Management Telkom Hardy R. Harman, penggunaan teknologi ini menawarkan biaya yang lebih murah.
     Untuk informasi, Satelit Merah Putih merupayakan upaya penerbangan ulang pertama dari Block 5. Sebelumnya, booster ini pernah dipakai untuk meluncurkan satelit milik Bangladesh pada Mei 2018.Usai mengantarkan Satelit Merah Putih ke angkasa, roket ini berhasil mendarat dengan selamat di Bumi, tepatnya di landasan “Of Course I Still Love You" di Samudra Pasifik.
"Untuk peluncuran dengan SpaceX, biaya yang dikeluarkan memang lebih hemat, hingga 60 persen. Hal itu dimungkinkan karena roket tersebut dapat dipakai kembali," tuturnya ditemui di kantor Telkom Indonesia di Jakarta, Selasa (7/8/2018).
Secara total, biaya investasi yang digelontorkan Telkom dalam proyek satelit ini juga lebih sedikit ketimbang generasi sebelumnya. Hardy menuturkan, penghematan keseluruhan dalam proyek ini mencapai 60 persen dari biaya yang dikeluarkan untuk Telkom 3S."Total investasinya adalah US$ 166 juta atau 40 persen lebih sedikit dari yang sebelumnya. Untuk investasinya sendiri sepenuhnya berasal dari pendanaan internal," ujar Hardy menjelaskan.
Adapun satelit Merah Putih beroperasi untuk mendukung kebutuhan telekomunikasi Indonesia. Di Indonesia, menurut Hardy, kebutuhan akan transponder satelit terbilang masih tinggi.
"Masih butuh banyak transponder dan masih banyak ruang potensial yang dikembangkan oleh jasa satelit Telkom," tuturnya.
Satelit Merah Putih sendiri baru resmi meluncur dari Cape Canaveral, Air Force Station, Florida, Amerika Serikat (AS)



Kamis, 22 November 2018

Tren Laptop Layar Ganda Siap Menggebrak




     Perkembangan laptop semakin hari semakin canggih mengikuti tren. Mengembangkan tren laptop convertible, para perusahaan teknologi sudah punya senjatanya masing-masing untuk mengikuti tren laptop terbaru, yaitu layar ganda.
Ajang Computex 2018, salah satu gelaran terbesar bagi perusahaan manufaktur di bidang PC dan game, yang berlangsung awal bulan ini di Taiwan, memunculkan sebuah tren baru terhadap desain laptop. Tren tersebut adalah layar ganda.
      "Kalian akan melihat layar kedua, kalian akan melihat cara lain dalam berinteraksi dengan platform PC," ujar Gregory Bryant, Senior Vice President of Client Computing Intel, dikutip detikINET dari CNET
Salah satu vendor yang mengusung layar ganda pada laptop adalah Asus. Melalui Project Precog, perusahaan asal Taiwan tersebut menghadirkan konsep dua layar 4K pada laptop yang memiliki kemampuan convertible sehingga bisa dilipat ke berbagai arah.
      Asus mengatakan kecerdasan buatan di dalam laptop pada Project Precog akan mengetahui apa yang akan dilakukan oleh user. Contohnya, ketika jari menekan lama layar laptop, maka keyboard digital akan muncul. Lalu, saat menyentuhkan stylus ke layar, maka ia akan tahu penggunanya hendak menggambar. Asus memperkirakan 2019 seluruh fungsi tersebut sudah bisa dihadirkan untuk publik.
Bukan cuma itu, Asus juga sudah melakukan 'pemanasan' dengan memamerkan lini terbaru dari ZenBook Pro yang hadir dengan touchpad berupa layar 5,5 inch. Layar tersebut memiliki resolusi 1.920p x 1.080 pixels.
     selain itu, Laptop dengan layar ganda (dual-display) agaknya bakal jadi tren berikutnya. Pasalnya, dual-display menjadi topik yang ramai dibahas pada pegelaran Computex 2018 di Taipei, Taiwan, China. Beberapa vendor memamerkan, atau setidaknya sesumbar soal laptop dual-display. Intel bahkan menunjukkan prototipe perangkat dengan nama kode “Tiger Rapids”. Tiger Rapids memungkinkan pengguna memanfaatkan perangkat secara hibrida, baik sebagai laptop, tablet, hingga kanvas atau notes digital. Pengguna bisa melakukan riset atau berselancar maya di layar satu, lantas layar kedua untuk membuat sketsa atau doodling. Kedua layar bisa difungsikan sebagai keyboard virtual untuk menunjang satu sama lain. Perangkat hibrida ini cocok untuk mereka yang produktif dalam bekerja maupun berkarya. Fleksibilitasnya pun menunjang pemikiran kreatif. 
     “Orang-orang akan melakukan banyak hal dengan layar utama dan kedua,” kata Senior VP Intel Client Computing Group, Gregory Bryant. Ke depan, kata Bryant, ekperimen Intel untuk desain PC akan berpatok pada prinsip “meliuk atau membengkok”, sebagaimana dihimpun KompasTekno, dari TechSpot. Lenovo dan Asus adalah dua vendor yang mengonfirmasi bakal menghadirkan laptop dual-display. Lenovo mengumumkannya dalam konferensi pers Intel. Adapun perangkat dual-display Lenovo tersebut adalah Yoga Book 2. Menurut prediksi, laptop hibrida itu bakal dipersenjatai Intel Whiskey Lake U atau Amber Lake Y terbaru. Kita lihat saja nanti. 

https://inet.detik.com/consumer/d-4061263/tren-laptop-layar-ganda-siap-menggebrak


Profil suatu rx, bedasarkan diagram energi

https://drive.google.com/folderview?id=1GKIGnH3aaexfAh_ihji26MXvAZZLr19V