
Perkembangan laptop semakin hari semakin canggih mengikuti tren. Mengembangkan tren laptop convertible, para perusahaan teknologi sudah punya senjatanya masing-masing untuk mengikuti tren laptop terbaru, yaitu layar ganda.
Ajang Computex 2018, salah satu gelaran terbesar bagi perusahaan manufaktur di bidang PC dan game, yang berlangsung awal bulan ini di Taiwan, memunculkan sebuah tren baru terhadap desain laptop. Tren tersebut adalah layar ganda.
"Kalian akan melihat layar kedua, kalian akan melihat cara lain dalam berinteraksi dengan platform PC," ujar Gregory Bryant, Senior Vice President of Client Computing Intel, dikutip detikINET dari CNET
Salah satu vendor yang mengusung layar ganda pada laptop adalah Asus. Melalui Project Precog, perusahaan asal Taiwan tersebut menghadirkan konsep dua layar 4K pada laptop yang memiliki kemampuan convertible sehingga bisa dilipat ke berbagai arah.
Asus mengatakan kecerdasan buatan di dalam laptop pada Project Precog akan mengetahui apa yang akan dilakukan oleh user. Contohnya, ketika jari menekan lama layar laptop, maka keyboard digital akan muncul. Lalu, saat menyentuhkan stylus ke layar, maka ia akan tahu penggunanya hendak menggambar. Asus memperkirakan 2019 seluruh fungsi tersebut sudah bisa dihadirkan untuk publik.
Bukan cuma itu, Asus juga sudah melakukan 'pemanasan' dengan memamerkan lini terbaru dari ZenBook Pro yang hadir dengan touchpad berupa layar 5,5 inch. Layar tersebut memiliki resolusi 1.920p x 1.080 pixels.
selain itu, Laptop dengan layar ganda (dual-display) agaknya bakal jadi tren berikutnya. Pasalnya, dual-display menjadi topik yang ramai dibahas pada pegelaran Computex 2018 di Taipei, Taiwan, China. Beberapa vendor memamerkan, atau setidaknya sesumbar soal laptop dual-display. Intel bahkan menunjukkan prototipe perangkat dengan nama kode “Tiger Rapids”. Tiger Rapids memungkinkan pengguna memanfaatkan perangkat secara hibrida, baik sebagai laptop, tablet, hingga kanvas atau notes digital. Pengguna bisa melakukan riset atau berselancar maya di layar satu, lantas layar kedua untuk membuat sketsa atau doodling. Kedua layar bisa difungsikan sebagai keyboard virtual untuk menunjang satu sama lain. Perangkat hibrida ini cocok untuk mereka yang produktif dalam bekerja maupun berkarya. Fleksibilitasnya pun menunjang pemikiran kreatif.
“Orang-orang akan melakukan banyak hal dengan layar utama dan kedua,” kata Senior VP Intel Client Computing Group, Gregory Bryant. Ke depan, kata Bryant, ekperimen Intel untuk desain PC akan berpatok pada prinsip “meliuk atau membengkok”, sebagaimana dihimpun KompasTekno, dari TechSpot. Lenovo dan Asus adalah dua vendor yang mengonfirmasi bakal menghadirkan laptop dual-display. Lenovo mengumumkannya dalam konferensi pers Intel. Adapun perangkat dual-display Lenovo tersebut adalah Yoga Book 2. Menurut prediksi, laptop hibrida itu bakal dipersenjatai Intel Whiskey Lake U atau Amber Lake Y terbaru. Kita lihat saja nanti.
https://inet.detik.com/consumer/d-4061263/tren-laptop-layar-ganda-siap-menggebrak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar